Mengulik Lebih Dalam tentang Profesi Co-Author

co-author

Setiap orang mungkin bisa jadi penulis. Namun, tidak semua orang mampu menulis. Untuk itulah ada istilah co-author yang bisa mewadahi keinginan seseorang untuk menjadi penulis. Seperti apa, sih, profesi seorang co-author ini?

Hal itulah yang dibahas pada sesi Ko-Kata di acara Kumpul Penulis Pembaca (KPP) 2015. Diskusi yang berlangsung pada pukul 10.30 wib di Galeri 678, Kemang, ini menghadirkan Ussy Sulistiawaty—penulis buku Bukan Cinta Cinderella, Conny Wong—co-author Bukan Cinta Cinderella, dan Theoresia Rumthe—penulis Menuju(h).

Di sesi pembuka diskusi ini, Idha—moderator Ko-Kata, meminta Ussy untuk bercerita tentang bagaimana membagi waktu antara kesibukannya yang cukup padat.

“Waktu punya ide bikin buku ini sih, aku sudah mempersiapkan waktu agar semuanya berjalan sesuai rencana,” begitu kata Ussy. “Alhamdulillah, prosesnya cukup lancar. Kalau ada ide, aku juga biasanya langsung menghubungi Conny,” tambahnya.

Lantas, bagaimana dari sisi co-author itu sendiri? Apa yang harus dipelajari oleh seorang co-author?

Menurut Theoresia, seorang co-author perlu mengenal karakter penulisnya agar ia dapat mewadahi tulisannya dengan baik.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Connie Wong. Menurutnya, penting bagi seorang co-author untuk membangun chemistry dengan penulis agar co-author dapat merasakan sisi emosional cerita.

Lantas, apa tantangan terbesar bagi seorang co-author? “Bagaimana berbicara dan berpikir seperti ‘dia’, penulis pertama,” tegas Theoresia.

Yup, bagaimana pun, yang dituliskan seorang co-author adalah kisah hidup orang lain. Tidak hanya menuliskan, ia pun harus mampu menyelami apa yang penulis pertama rasakan, inginkan, dan bayangkan.

Waktu pun mulai bergulir menuju tengah hari. Sesi Ko-Kata harus berkahir. Di penghujung diskusi, Moammar Emka sebagai Pemred EnterMedia diminta naik ke atas panggung untuk memberikan kenang-kenangan kepada Ussy, Connie, dan Theoresia.

Book Talk 2: CO-KATA

booktalk2

Bersama: Ussy Sulistyawati, Connie Wong, dan Theoresia Rumthe

12 Desember 2015 | 11.00-12.30 | Galeri 678

Menulis tak hanya sebatas menceritakan kisah yang kita temukan atau miliki. Kita juga bisa menulis kisah hidup orang lain yang menurut kita menarik atau perlu dibaca oleh
orang-orang. Di Book Talk 2, para co-author akan membagikan trik-trik merangkum cerita orang lain untuk dikisahkan kembali kepada pembaca.

 

book talk 2

Mezty Mez; Melanjutkan Perjuangan dengan Berkarya

mezty-mez

Melihat Mezty Mez nge-dj, menyanyi, atau menjadi model tentu sudah tidak asing. Namun, melihat karya Mezty di toko buku pastinya masih terbilang baru. Yup, belum lama ini Mezty merilis buku terbarunya dengan judul Sesaat di Keabadian. Apa, sih, yang menjadi alasan Mezty untuk kembali menulis? Nah, berikut ini obrolan santai EnterMedia bersama Mezty Mez. Continue reading